“Pagi Yang Kunanti”, Karya Terakhir Bemandry Di Tahun 2023 Yang Dibawakan Bersama ATMOJO

“Pagi Yang Kunanti”, Karya Terakhir Bemandry Di Tahun 2023 Yang Dibawakan Bersama ATMOJO

Sejak awal tahun 2023 kemarin, Bemandry secara konsisten mengerjakan “Proyek Perilisan 13 Karya”, yaitu sebuah momen di mana solois asal Yogyakarta ini memperkenalkan sebanyak 13 karya baru kepada khalayak luas di Indonesia. 13 karya yang ia suguhkan tersebut 12 di antaranya merupakan lagu, dan satu lagi adalah karya buku yang ia beri judul “Kamu Berharga Meski Tidak Jadi Apa-apa”.

Seperti yang telah dikabarkan sebelumnya, selama satu tahun ini Bemandry berhasil merilis single “Inginnya Egois” (4 Januari), “Gara-gara Drakor” (1 Februari), “Lagu PMS” (1 Maret), “Aku Berharga” (5 April), “Yang Hilang, Yang Berarti” (3 Mei), “Berdamai Dengannya” feat. Febry Lillah (7 Juni), buku “Kamu Berharga Meski Tidak Jadi Apa-apa” (25 Juni), lagu “Tetap Sama Di Matanya” (5 Juli), “Raindrops Start Falling Again” (2 Agustus), “Empat Tahun” (7 September), “Hidupku Sempurna” (4 Oktober), dan “Sampai Ujung Waktu” (1 November). 

Dari Januari hingga November 2023 tersebut, terhitung Bemandry telah berhasil merilis sebanyak 12 karya yang disajikan kepada banyak orang. Dan kali ini, musisi kelahiran Jakarta 7 September 1991 silam itu siap memperkenalkan karya ke-13nya, yakni dengan dirilisnya single yang ia beri judul “Pagi Yang Kunanti”. Single tersebut resmi ia rilis mulai hari ini, Selasa (12/12/2023) lewat banyak digital streaming platform dan menjadi karya terakhir yang Bemandry suguhkan di tahun ini. 

Bemandry mengatakan, karya ke-13nya ini ia bawakan bersama salah satu musisi berbakat asal Yogyakarta yang saat ini sedang merilis banyak karya, yaitu ATMOJO. Selain dinyanyikan bersama ATMOJO, “Pagi Yang Kunanti” sendiri ia tulis bersama-sama dengan musisi yang merupakan mantan dari vokalis band Langit Sore tersebut.

“Pagi Yang Kunanti” sendiri mengisahkan tentang seseorang yang telah bertahun-tahun terluka oleh masa lalunya. Ia harus rela berhadapan dengan titik titik terendah dalam hidupnya. Langkahnya sempat terhenti, karena luka yang ia dapat dari kehidupan terlalu berat untuk ia pikul sendiri. Namun pada akhirnya ia pun mampu menemukan titik kembalinya, yang mana ia telah siap menyambut hari yang baru. Mencoba mengikhlaskan segala hal yang sudah tidak lagi menjadi miliknya, dan siap menjemput kembali bahagianya yang telah terenggut. Dan baginya, hari esok adalah hari yang selalu ia nanti untuk melakukan hal-hal yang lebih baik.

“Ketika saya dan ATMOJO memutuskan berkolaborasi dalam proyek 13 karya saya di tahun ini, saat itu kita sepakat untuk menulis sesuatu yang sangat dekat dengan diri kita sendiri. Karena dalam benak kita, mengisahkan sesuatu yang dekat dengan diri sendiri adalah suatu hal yang emosional untuk diceritakan, karena kita pernah mengalami hal tersebut. Jadi kita tidak mencoba untuk mengawang-ngawang untuk mengisahkan sesuatu yang belum pernah kita alami,” tutur Bemandry.

Lanjutnya, hingga pada akhirnya mereka pun berdiskusi menentukan tema cerita untuk lagu mereka, dan didapatkannya tema kisah tentang diri mereka yang pernah ada di dalam momen titik terendah dalam hidup mereka. Pada akhirnya terciptanlah lagu yang mereka beri judul “Pagi Yang Kunanti”.

“Waktu itu kita sepakat untuk membahas sesuatu yang dekat diri kita. Lagi pula, saya yakin, setiap orang pasti pernah menemukan momen, di mana ia sedang berada dalam titik terendah dalam hidupnya,” papar Bemandry. 

“Dan lagu ini kita persembahkan untuk mereka yang sedang mengalami atau sudah melalui titik terendah tersebut. Di sini kita ingin memberi pesan kepada mereka, bahwa segala hal yang telah membuat mereka hancur dan terjatuh, akan menemukan jalan keluar dan titik terangnya. Dunia yang tadinya muram, seiring berjalannya waktu akan berganti menjadi indah. Dunia yang tadinya gelap, akan kembali menemukan warnanya,” lanjut ATMOJO. 

Awal dari proyek panjang bersama

ATMOJO menuturkan, sebenarnya ini bukan kali pertama ia berkolaborasi bersama Bemandry dalam satu proyek musik. Beberapa lalu, ia pernah merilis dua proyek lagu yang mereka rilis bersama, yaitu “Demi Mereka, Demi Kita” (2020) dan “Jika Nanti Kau Buka Hati” (2021), yang.asuk ke dalam mini album Bemandry bertajuk “Virtual Music Collaborations” yang dirilis pada tahun 2021 lalu. 

“Saya selalu suka melakukan eksplorasi dan melakukan kolaborasi dengan musisi lain. Karena saya bisa belajar banyak hal ketika melakukan proses tersebut. Terutama dengan Bemandry sendiri. Selain karena memang kita adalah teman dekat, berkolaborasi bersama Bemandry selalu menjadi suatu hal yang sangat menyenangkan. Dan syukurnya saya bisa kembali terlibat dalam proyek musik terbaru dari Bemandry,” tutur musisi bernama lengkap Kakung Triadmojo tersebut. 

Bemandry menyebutkan, lewat dirilisnya single “Pagi Yang Kunanti” ini akan menjadi awal perjalanan panjang ia bersama ATMOJO siap merilis banyak karya kepada para pendengar setianya. Dalam beberapa waktu ke depan mereka sudah mempersiapkan semua itu untuk disajikan dalam sebuah kemasan proyek musik yang apik dan berbeda dari kebiasaan mereka. 

“Intinya, lagu ” Pagi Yang Kunanti” adalah gerbang pembuka bagi saya dan ATMOJO untuk berkarya bersama dalam beberapa waktu ke depan. Konsepnya seperti apa dan kapan, lihat saja nanti. Kita akan datang dengan sesuatu yang baru,” beber Bemandry. 

Mereka menambahkan, dengan dirilisnya “Pagi Yang Kunanti” kepada para pendengar musik di Indonesia, menjadi harapan besar bagi mereka untuk bisa memulai sesuatu yang baru dan juga lebih baik. Selain itu, semoga single ini bisa menjadi inspirasi yang baik bagi banyak orang untuk kembali berjalan, ketika langkahnya sempat terhenti karena kerasnya kehidupan. 

Selain itu, alam penggarapan karya ke-13 dari Bemandry ini, ia bersama ATMOJO dibantu oleh banyak orang. Yakni Sasi Kirono dan Awalawe yang menggarap keseluruhan musiknya. Agung Prastyo dalam workshop penulisan lirik. Domas, Alfian Nugroho dan Halimul Lathif yang menggarap semua kebutuhan visual dari single ini. Serta Faisal Nur Syahbana, yang membantu proses distribusi digital.

About Author

Irwan Johns

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *