Single Terbaru The Caňo, “Deadfish” Gambaran yang Mungkin Terkesan Menyedihkan namun Realita Kehidupan

Single Terbaru The Caňo, “Deadfish” Gambaran yang Mungkin Terkesan Menyedihkan namun Realita Kehidupan

Diambil dari nama sungai di Kolombia, Caño Cristales, yang merupakan sumber dari the Caño, yang merupakan “sungai lima warna” dan merupakan hal yang mengacu pada sungai ini sebagai nama band ini. Karena terdapat empat anggota personel, dan juga warna yang mencerminkan jumlah individu, dan warna akhir mewakili aspirasi dan pemikiran kolektif dari keempat warna tersebut, maka nama Caño dipilih sebagai nama band. Red1 (gitar & synths), Red2 (gitar), Red3 (drum & perkusi), dan Red4 (bass dan vokal) merupakan masing-masin yang membentuk Caño saat pertama kali didirikan pada Januari 2023. Terinspirasi oleh artis seperti Oasis, Lifehouse, Beach Party, dan Third Eye Blind. Dengan nada vokal yang hangat dan mudah dikenali dengan suara yang lebih kontemporer, serta memasukkan elemen rock tahun 2000-an yang kental.

Mirip dengan rilisan dari the Cano di bulan Agustus yang lalu yaitu “Connection,” The Caňo membawakan single yang signifikan seperti itu lagi. Sebuah lagu yang membuat kita tidak dapat berhenti, seperti sebuah roda yang meluncur menuruni lereng yang curam, meskipun kulit roda tersebut harus terkelupas secara perlahan. Sebuah gambaran yang mungkin terkesan menyedihkan, namun itulah realita kehidupan. Mirip dengan bagaimana kita dipaksa untuk berpura-pura menjadi orang lain sepanjang waktu agar merasa “nyaman”.

Namun, apakah kenyamanan yang Anda terima sepadan dengan semua itu? Penderitaan dan kekecewaanmu terlalu berat untuk hidup yang terus berjalan. Ada dua hal yang sangat berbeda yang dapat dikatakan mengenai pernapasan dan kehidupan sesungguhnya. Kemanusiaan Anda secara bertahap akan diambil oleh dunia yang terus-menerus terbentang di depan mata Anda. Pada tanggal 24 November 2023, single terbaru The Caňo, “Deadfish”, sudah tersedia untuk streaming di semua penyedia musik digital (DSP). Lagu yang mengakui kenyataan pahit di dunia kita, di mana waktu tidak akan pernah membawa kedamaian dan janji akan selalu diingkari.

About Author

Erik Sabeni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *